
Terkadang kita teringat dengan masa lalu yang telah lewat, terkadang pula kita ingin kembali untuk mengulangnya. Namun, seperti yang kita ketahui... waktu tak dapat kita putar kembali. Hanya keinginan untuk berubahlah yang harus senantiasa kita kobarkan dalam hati kita, agar tak terjerumus dalam kondisi yang sama.
Penyesalan bukanlah tak berguna, hanya saja akan lebih bermanfaat bilamana kita dapat mengarahkannya pada perubahan yang hakiki, bukan perubahan semata demi kondisi yang mengharuskannya demikian.
Disaat seperti ini, kita kaji kembali akan firman dari Allah Swt. dalam surah ali Imran 133:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Qs. Ali ‘Imran [3]: 133).
Allah Swt. senantiasa memberikan kita waktu untuk bertobat, tak pernah sedetik pun Ia menutup pintu ampunanNya..hingga saat ajal menjemput dan ruh terlepas dari jasad kita untuk kembali kepadaNya mempertanggungjawabkan apa yang telah kita buat di dunia.
Rasulullah Saw bersabda:
Bersegeralah beramal sebelum datang berbagai fitnah laksana potongan-potongan hari yang gelap. (Saat itu) di pagi hari seseorang beriman tapi di sore harinya ia menjadi kafir. Di sore hari seseorang beriman tapi di pagi harinya ia kafir. Ia menjual agamanya dengan harta dunia. [HR. Muslim dari Abu Hurairah].
Bersegera untuk melaksanakan syariatNya merupakan cara kita untuk membuktikan bahwa kita menyesal dengan tindakan yang telah lampau, tak ingin lagi mengulangi kesalahan yang sama, tak ingin lagi terjerumus dalam dosa yang lebih besar..
Pertanyaanya: sudahkah kita merasakan hal itu? Bila tidak patutlah dipertanyakan apakah penyesalan kita hanyalah sebatas lipstik untuk menghiasi bibir kita ataukah penyesalan yang tulus dari dasar hati kita karena keimanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar